16 Sep 2010

Jangan Putus Asa

Author: muhammad.royhan10 | Filed under: Academic

Saya akan menceritakan pengalaman saya yang menginspirasi saya sendiri. Semoga pengalaman ini bisa menginspirasi teman-teman semua.

Ini pengalaman saya saat masih duduk di bangku sekolah. Saat itu saya duduk di kelas 3 sma dan sudah sampai pertengahan semester. Dan seperti anda tahu bahwa tidak lama lagi saya akan menghadapi Ujian Nasional yang sangat penting untuk menentukan saya bisa lulus atau tidak dari jenjang SMA. Pada saat itu saya sangat bingung karena banyak mata pelajaran yang akan diujikan tetapi belum saya pahami secara jelas. Berhubung saya berada di kelas percepatan pada saat itu sehingga pelajaran yang diberikan hanya secara singkat dan masih banyak yang belum saya pahami. Saya bingung bagaimana memahami pelajaran-pelajaran yang begitu banyak dan sulit sedangkan waktu yang tersisa hanya sedikit lagi. Saya agak menyesal karena mengapa tidak berusaha maksimal dari awal berada di SMA dan mengakibatkan kewalahan yang dialami hingga menjelang Ujian Nasional. Tetapi penyesalan itu tidak ada gunanya juga jika hanya disesali begitu saja. Akhirnya saya berfikir bagaimana caranya agar bisa memahami pelajaran-pelajaran yang belum saya pahami. Karena pada saat itu saya sering bermain daripada belajar, maka saya harus mengurangi porsi bermain dan lebih mementingkan pelajaran. Pada saat itu saya mulai membaca ulang pelajaran-pelajaran yang belum dipahami lalu mencoba memahaminya. Sedikit demi sedikit saya menjadi sedikit paham dari sebelumnya. Pada saat itu saya selalu belajar setiap hari tetapi tidak terlalu dibawa serius. Karena jika terlalu serius justru kadang bisa membuat stress jadi saya lebih memilih serius tetapi agak santai. Jika ada pelajaran-pelajaran yang telah dicoba dipahami tetapi saya masih tidak paham maka saya bertanya pada guru pada saat di sekolah. Dan setelah bertanya saya merasa bisa memahami daripada sebelumnya. Tetapi pada saat itu saya merasa belum cukup karena masih banyak pelajaran yang belum dipahami lalu saya memutuskan untuk mengikuti pelajaran tambahan. Setelah mengikutinya saya merasa menjadi lebih paham dari sebelumnya. Saya terus menghafal setiap hari hingga hari pelaksanaan Ujian Nasional tiba.

Waktu terus berjalan dan sudah dekat sekali dengan pelaksanaan Ujian Nasional. Saya sudah pasrah sambil berdoa berharap apa yang telah saya pelajari selama ini tidak akan sia-sia tetapi saya tidak pernah putus asa dan percaya bahwa saya bisa melakukannya.

Setelah Ujian Nasional telah selesai saya sangat merasa lega karena sudah tidak ada beban lagi. Saya terus berdoa agar hasil ujian saya lulus dan bernilai bagus. Dan saat pengumuman hasil UN tersebut saya sangat senang karena saya berhasil lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Saya berterima kasih kepada Allah yang memberikan hasil seperti ini. Dan saya sadar usaha saya tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang cukup bagus.

Maka dari itu kita tidak boleh putus asa dalam hal apapun. Yakinlah bahwa kita bisa melakukannya dan dengan usaha yang cukup pasti kita akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang kita harapkan.

15 Sep 2010

Menghubungkan Titik-Titik

Author: muhammad.royhan10 | Filed under: Academic

Cerita Inspirasi dari Steve Jobs (CEO Apple) di salah satu pidatonya di acara wisuda Stanford University

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang:
“kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford,
sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan- habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.

Masa-masa itu tidak selalu menyenangka n. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh: Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi.Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.

Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

26 Jul 2010

Pelatihan

Author: muhammad.royhan10 | Filed under: Academic

Latihan fyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuckkkkk!

ini cuma hal ga penting yang ga usah dibaca.

jangan lupa follow @xiloyx buat ngedapetin update terbaru secara akurat dan selalu real time! yo ditunggu!

buruan follow sebelom keabisan! hati2 ngantri kaya ngantri smbako! hahahahahahahaha gelo aing

dg

dfh

kfgk

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme